The Plan

1792 Kata

Dua minggu setelah keberangkatan Wulan ke Paris. “Gimana kabarnya?” tanya Bimo tanpa mengalihkan fokusnya pada lembar-lembar dokumen yang perlu ditandatangani. “Baik. Paling lama dua tahun, paling cepet satu setengah tahun dia udah selesaiin kuliahnya.” Bimo mengangguk paham. “Pasti dia lucu banget.” Reno mengernyitkan dahinya. “Lucu? Kenapa?” “Ini pertama kalinya dia pergi jauh, ke Paris pula.” “Dia akan baik-baik aja. Di sana ada kakek sama Adrian yang nemenin.” Bimo mengangguk. “Iya, dia pasti baik-baik aja. Selama ini juga dia lebih dari sekedar baik. Gimanapun gue sakitin dia, dia masih bisa berdiri ngelawan gue. Sampai hari itu ...” Bimo menjeda sejenak. “Tapi lebih baik seperti ini untuk sementara waktu. Wulan jadi bisa fokus kuliah.” “Tapi lo mesti begerak cepat.” Bimo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN