15. langit biru

398 Kata
suara merdu seorang penyanyi mengalun disebuah ruangan dimana Rain sedang bersantai menikmati waktu liburnya sambil menonton penampilan sahabatnya itu. rain tersenyum melihat kemampuan dari sang penyanyi. ia tidak menyangka bahwa sahabatnya yang dulu sering ia ejek dengan sebutan suara kaleng rombeng menjelma menjadi penyanyi yang mempunyai suara khas dan disukai banyak orang. terakhir Rain tahu temannya itu mendapatkan penghargaan sebagai penyanyi terbaik tahun lalu. "... akhirnya impian lu tercapai.." guman Rain. tiba tiba matanya memicing melihat salah satu penari latar yang melengkapi penampilan sahabatnya itu. ".. sayang sekali... tubuh yang indah harus dinikmati banyak mata.." tambahnya menatap pada salah satu dancer yang beberapa bulan lalu mendapat perawatan dirumah sakit tempatnya bekerja. akhirnya ia mengetahui bahwa sang penari bernama Mayang. yatim piatu yang hidup sebatang kara.sempat ia merasa simpatik kepada sang penari. tapi disaat ia menyaksikan sang penari menari dengan begitu sensual ia merasa tidak menyukainya. jujur ia kurang suka dengan wanita yang berpakaian terlalu terbuka.meski itu tuntutan profesi nya. karena ia beralasan masih banyak pekerjaan yang lain tanpa harus mempertontonkan tubuhnya. Rain mengambil mengambil kunci mobilnya ia berencana untuk pergi ke makam sang ibu tercinta. makam sang ibu tidak terlalu jauh dari kota yang ia tinggali saat ini berbeda dengan makam sang ayah yang jauh di sebuah pedesaan perkebunan teh. sudah sangat lama juga rain tidak mendatangi makam sang ayah. lebih dari dua tahun lamanya semenjak ia kembali dari Eropa. Rain disambut oleh angin yang semilir diarea pemakaman. ia memandang batu nisan itu terukir indah nama sang ibu. hatinya begitu haru.mengenang sang ibu yang telah lama tiada. Rain menepikan kendaraan nya.disebuah pantai saat ia kembali dari makam sang ibu. hamparan pasir putih begitu indah dan lautan yang tampak seperti permadani. betapa sempurna dipadukan dengan indahnya langit yang biru. ".. langit yang biru..." gumamnya. tiba tiba sebuah kilasan bayangan membuat nyeri kepalanya. seorang gadis tertawa bahagia bermain ombak yang menggulung manja. wajah cantik yang tampak samar dalam bayangannya. ombak memainkan gaun sang gadis. pemandangan yang begitu sempurna di bawah indahnya langit biru. Rain bersandar di dalam mobilnya. selalu seperti ini setiap kali ia mendapat kilasan bayangan yang samar.awalnya hanya sebuah mimpi yang sama selalu datang dalam tidurnya. namun sudah beberapa bulan ini kilasan kilasan singkat sesekali datang membuat kepalanya sedikit nyeri dan jantung nya berdebar. Rain yakin bahwa sebagian masa lalu nya telah hilang. masa lalu dengan seseorang mungkin special dalam hidupnya. seorang gadis yang anggun dengan senyum meneduhkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN