raya tidak bisa memejamkan matanya. padahal waktu telah menunjukkan pukul dua pagi. jujur saja sejak pertemuannya dengan kang Arya membuat hatinya tidak tenang. bayangan masa lalu saat berada diperkebunan membuat perasaannya kalut. ia teringat bagaimana kerasnya sang ayah. bisa melakukan berbagai cara demi mewujudkan keinginannya. sungguh sang ayah tidak peduli kebahagiaan putrinya.yang ada di mata ayahnya hanyalah kehormatan. itu terjadi karena sejak kecil ayahnya selalu ditempa akan pentingnya sebuah kehormatan dan harga diri. bahkan sang ayah rela melepaskan orang yang begitu ia cintai dulu.hanya karena gadis yang dicintainya adalah seorang penari.itulah mengapa begitu mengetahui bahwa hobinya raya adalah menari sang ayah sangat murka. seolah ia tidak ingin teringat akan kekasihnya lagi

