Panca melanjutkan pendapatnya, “Aku tau ini terlalu dini membicarakan posisinya. Aku juga mendengar Senopati grup yang dihapus dari daftar klien yang reliable, berubah menjadi perusahaan yang tidak bisa diandalkan bagi perusahaan keuangan.” “Oh ya?” delik Anna dengan ekspresi kagetnya. Panca mengangguk. “Menunggak utang besar, Anna.” “Begitukah?” “Ya.” “Dari mana kamu tau soal itu?” “Seorang teman yang bercerita kepadaku.” “Separah itukah?” “Seno sudah mulai merumahkan ratusan pegawai.” Anna memegang dadanya. “Seno nggak cerita separah yang kamu ceritakan.” “Mungkin karena dia segan, tidak ingin kamu memikirkannya. Hm … saatnya kamu selamatkan berlian-berlianmu,” ujar Panca membujuk. Anna menelan ludah, tenggorokannya terasa sangat kering, apalagi dia yang barusan meneguk soda

