. Faritzal duduk di sofa besar bersandaran rendah di kepala meja. Satu set sofa tamu yang cukup diisi hingga sepuluh orang itu, begitu sepi di hadapan sang raja. Bukan di ruangan Eztyo sendiri, tapi di ruang besar yang memang disiapkan untuk menyambut raja, satu-satunya tamu yang boleh datang ke kantor itu. Ingin hati Faritzal menyerobot masuk ke ruang kerja Eztyo untuk segera menumpahkan amarahnya, namun tidak ia lakukan. Ia tahu aturannya dan akan dia taati itu. Ruang kerja intelijen adalah tempat paling rahasia di negeri ini. Tidak seorang pun boleh memasukinya kecuali sang intelijen itu sendiri atau orang-orang yang memang diizinkan. Lama sekali rasanya ia menunggu di ruangan besar itu sendirian. Pantatnya mulai terasa panas terus menerus duduk di tempat yang sama tanpa bergerak sama

