Mata Biru

1082 Kata

. “Tidak ada yang lain yang datang bersama mereka?” “Sudah aku pastikan. Mereka hanya berdua saja.” “Bawa ke rumah singgah!” “Kau yakin kita boleh membawa mereka ke sana? Angkasa bersama seorang wanita. Kita bawa juga dia?” “Tanyakan pada Xatho.” Sayup percakapan dalam bahasa Vocksar itu lirih didengar Naviza. Dia bertahan memejamkan matanya. Tak ada pengikat yang membelenggu tangan dan kakinya saat ini, tapi instingnya memerintahnya agar berpura-pura pingsan seperti ini saja. Itu jalan paling aman. Kabur dari tiga monster kuat itu bukan pilihan bijak. Ini wilayah mereka. Tiga orang Vocksar itu pasti sudah menguasai tempat ini dengan sangat baik. Bahkan jika malam ini adalah pertama kalinya tiga orang itu datang, mereka pun bisa mengejarnya tanpa harus mengerahkan banyak tenaga. Pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN