Angkasa dan Faritzal : Penentuan

2569 Kata

. Sementara itu ketegangan yang lain terjadi di tempat sepi gerbang sebelah timur yang bersih dari kekacauan. Dua orang itu sama-sama menggenggam pedang mereka yang gagangnya telah peluh dan lengket oleh darah. Bukan darah masing-masing, tapi milik satu orang saja, Faritzal. Lelaki yang selalu dikelilingi lusinan pengawal itu kini benar-benar tinggal seorang diri melindungi nyawanya sendiri. Setelah melihat cara mati yang begitu tragis oleh Angkasa, Faritzal menggerakkan pedangnya dengan energi kemarahan. Tak peduli lagi dirinya tentang semua cerita kehebatan Angkasa dalam bertarung atau bagaimana pengaruhnya yang luar biasa hingga berhasil memegang Vocksar di bawah kendalinya. Semua itu hanya omong kosong di mata Faritzal. Apalagi dengan satu fakta yang masih sangat mengganggunya, bah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN