. Naviza berusaha memejamkan matanya dan menikmati waktu istirahatnya malam ini, namun ternyata itu lebih sulit dari yang ia bayangkan. Tidak semudah itu untuk merebahkan diri di dalam tenda berjajaran dengan orang lain tanpa rasa curiga dan was-was. Dia tetap tidak bisa menghentikan waspada itu biarpun puluhan kali mencoba mendogma pikirannya bahwa ia telah mengenal semua orang di tenda itu. Naviza bangun. Ini tidak bisa lagi ditunda. “Aku harus keluar!” tekadnya tanpa suara. Udara malam segera menyambutnya. Ini jauh lebih menyegarkan dibanding udara di dalam tenda ketika ia harus bersaing dengan belasan orang untuk dapatkan oksigen. Kini ia bisa menghirup oksigen itu sepuas hatinya dengan panjang dan tenang. Tempat itu jauh lebih tenang dari bayangannya. Namun ini terasa tidak bena

