. Sementara itu… Eztyo mencari keberadaan Faritzal. Pahit untuk mengakui bahwa ia mengikuti petunjuk pria Vocksar asing yang tidak ia kenali. Namun itu satu-satunya yang ia miliki sekarang. Faritzal tidak di ibukota. Raja muda itu sudah meninggalkan istana lama sebelum Eztyo kembali. Di satu sisi ia lega karena kenyataan itu lebih baik dari bayangannya, tapi sisi lainnya dipenuhi oleh kecewanya pada dirinya sendiri. Dirinya telah mengacaukan semuanya. Ada gejolak malu yang kini membuncah dengan begitu dahsyat. Bagaimana bisa seorang kepala intelijen seperti dirinya tertangkap musuh semudah itu dan melewatkan waktu-waktu kritis pasukannya begitu saja? Bagaimana ia harus menyembunyikan wajahnya di hadapan sang raja nanti? Bagaimana ia harus mempertanggung jawabkan semuanya? Bila ini semu

