. Kepalanya benar-benar pusing. Angkasa gerak-gerakkan kelopak matanya masih dalam posisi terpejam sambil memegangi keningnya yang berdenyut. Ada beban yang terlalu berat seakan mencengkeram kepala belakangnya. Bukankah wanita Vocksar itu memukul keningnya bukan bagian belakang kepalanya? Tak bisa diidentifikasi lagi bagian mana yang menjadi sumber sakit di kepalanya. Angkasa hanya merasakan semuanya berat dan pusing. Belum membuka matanya, gendang telinganya menangkap suara yang tak biasa, sangat familiar namun begitu aneh untuk situasi terakhir yang dia ingat. Bukankah ia sedang berada di rumah tahanan desa Vocksar yang sedang sepi karena hampir semua orang pergi? Lantas mengapa tempat ini begitu riuh dan berisik? Angkasa menangkap jeritan, lolongan dan teriakan-teriakan dari berbagai

