. Di dekat istana, di luar tembok. Naviza berkuda bersama Oyan mengelilingi tembok bagian luar istana, itu adalah tembok lapisan terluar yang melindungi istana. Di sepanjang perjalanan mengelilingi tembok itu, ratusan prajurit militer membuat barisan barikade memanjang setebal dua baris orang. Mereka semua dalam formasi yang renggang dan bersiap menghadapi musuh yang mendekat. Pada satu titik, Naviza berhenti dan mengajak Oyan menepi di satu tempat yang lebih sepi. “Firasatku buruk soal ini,” ucap Naviza. Wajahnya murung dan tatapannya suram. “Yang kita hadapi adalah Angkasa, Xatho dan Buros yang membawa ratusan orang yang tidak sabar menebas leher kita!” Kegelisahan Naviza semakin nampak jelas. “Hanya ini sisa kekuatan yang kita miliki. Eztyo masih berkoordinasi dengan pimpinan se

