Siska menghentikan langkah akibat Irene yang menahan tangan kirinya. Dengan malas dia menatap wajah Irene yang tak percaya dengan ucapannya barusan dan menarik nafas dalam. Mata Siska menatap Rebecca yang bergidig bahu menyerahkan semua pada Siska tentang Abe yang sudah dia ketahui darinya sebulan lalu. "Abe sudah menikah dan aku tak minat dengan suami orang. Kalau kau masih minat silakan saja, aku tak melarangmu!" sahut Siska berdiri menatap wajah Irene yang berubah bingung. "Cih, kau pasti bercanda padaku. Pasti ini hanya akal-akalanmu saja agar kau tak ada saingan lagi. Caramu murahan untuk menyingkirkanku!" tuduh Irene tak percaya dengan kebenaran yang Siska sampaikan. "Terserah. Kau cek sendiri saja! Aku lapar dan menyingkirlah dari hadapanku!" kata Siska tajam dan pergi meninggalk

