Irene pulang ke kediaman Altezza setelah selesai mengikuti kelas terakhirnya. Dia belum mulai bekerja, hari ini merupakan hari terakhirnya menikmati cuti panjangnya. Mulai besok dia akan kembali bekerja, berpose di depan kamera sebagai model profesional seperti biasanya. Irene senang tiada tara jika mengingat besok dirinya akan kembali sibuk beraktivitas, bukan senang karena dia akan bekerja seharian hingga pulang dini hari, melainkan karena dirinya senang akan segera bertemu dengan sang pujaan hati, siapa lagi kalau bukan manajernya, Ramses Alexander. Irene berjalan cepat masuk ke dalam rumah, begitu salah seorang pembantu di rumah suaminya tersebut membukakan pintu untuknya. “Selamat datang, Nona,” sapa sang pembantu ramah, seketika Irene pun menghentikan langkahnya. Dia berbalik b

