Tepat pukul 7 pagi, Irene meronta-ronta mencoba menggapai salah satu koleksi bonekanya untuk menutupi telinganya. Suara bel yang berbunyi amat sangat mengganggu tidurnya. Dia bekap erat telinganya dengan boneka hello kitty berukuran sedang yang berhasil dia raih, namun percuma karena suara bel pintu yang meraung-raung itu tetap tertangkap indera pendengarannya. “Duuh, siapa sih yang mencet bel? Ganggu orang lain tidur aja,” gerutunya kesal, tapi toh dia tetap turun dari atas kasurnya dengan malas-malasan. Melangkah gontai menuju pintu. Dia abaikan penampilan acak-acakannya sehabis tidur. Dia hanya ingin entah siapa pun orang yang berniat bertamu ke apartemennya itu berhenti menekan bel. Irene hendak memutar kenop pintu, jika saja telinganya tidak mendengar suara seseorang dari balik

