LEVEL 45

3641 Kata

Irene masih tersenyum lebar seraya satu tangannya memegang erat tali tas selempang yang tersampir di bahunya, dimana di dalam tas itu kertas hasil pemeriksaan Lab yang menyatakan dirinya tengah mengandung, tersimpan rapi. Dia berencana akan langsung menyampaikan kabar menggembirakan ini pada Ratna, ibunya.  Dia pun membuka pintu rumahnya dengan bersemangat tanpa perlu repot-repot mengetuk pintu, toh dia yakin jika ibunya sedang berada di rumah, pintu itu tidak akan dikuncinya. Dan benar saja, begitu Irene memutar kenop pintu, pintu itu langsung terbuka tanpa hambatan.  “Mama, aku pulang. Maaf tadi gak ...”  Ucapan Irene terhenti dikala matanya menangkap bukan sosok ibunya yang tengah duduk di sofa ruang tamu, melainkan seseorang yang saat ini sungguh tidak ingin Irene temui. Irene meleb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN