Irene tersenyum puas melihat hasil karyanya. Berbagai makanan sudah terhidang dan tertata rapi di atas meja. Makanan-makanan itu tampak menggiurkan jika dipandang mata. Jangan berpikir dia sendiri yang memasak makanan-makanan itu, tentu saja dia membelinya di sebuah restoran langganannya. Restoran yang menurut Irene rasanya sangat pas di lidahnya. Dia tak boleh menyiapkan sembarangan makanan karena ibu dan mertuanya akan datang untuk makan malam bersama mereka. “Haah ... akhirnya beres juga. Gue yakin semuanya pasti suka sama makanannya,” gumamnya seraya dia renggangkan otot-otot di tubuhnya yang terasa kaku dan pegal. “Sekarang gue mandi dulu terus siap-siap deh,” tambahnya. Lantas dia berlari-lari kecil menuju sebuah pintu yang diberitahu Reiki sebagai kamar Irene di apartemen ters

