LEVEL 25

2209 Kata

Hal pertama yang Irene lihat ketika dia membuka matanya sehabis bangun tidur merupakan sosok Reiki yang tengah berdiri di hadapannya seraya bersedekap. Namun bukan posisi angkuh pria itu yang mengganggu penglihatannya melainkan penampilan si pria yang hanya tertutupi handuk yang melilit di pinggangnya.  Cepat-cepat Irene bangun dari posisi tidurnya, melemparkan bantal ke arah Reiki dengan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus yang baru saja matang.  “Lo gak tahu malu deh, sumpah.”  Reiki menaikkan kedua alisnya tajam, tampak tak suka mendengar ucapan Irene. Dia lemparkan kembali bantal yang berhasil ditangkapnya tadi ke atas ranjang. Tersenyum miring ketika menyadari wajah Irene yang memerah hingga ke telinganya.  “Gak tahu malu itu lo yang udah numpang tidur di ranjang gue. Udah gi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN