"Emang ngga kecepetan ya Kak?" Aldo menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah wanitanya, "Sayang," tangannya mengelus pipi Rara lembut, "Mau cepet atau lambat, kamu juga pasti aku nikahin. Jadi, jangan mikir cepet atau lambatnya. Yang penting, status kaku dikit lagi berubah menjadi nyonya Frenklin yang sesungguhnya," Aldo mendekatkan mulutnya ke kening Rara dan mencium lama. Posisi Aldo dan Rara saat ini berbaring di brankar rumah sakit. Untungnya Aldo memang memesankan Rara ruang rawat inap VVIP yang mana mendapatkan fasilitas yang sangat fantastis. Apalagi rumah sakit ini sangat memperlakukan Aldo dengan baik semenjak Aldo berinvestasi lima puluh persen di sana. Rara mendongakan kepalanya menatap wajah pria yang sedikit lagi menjadi suaminya, tepatnya tiga hari lagi. Keputusan A

