Bagian 36

1549 Kata

Pagi ini Rara sibuk membereskan apartemennya. Bunda dan mamahnya hari ini mau datang, jadi dia harus bersih-bersih. Jika tidak, maka dapat dipastikan mamahnya akan memberikan ceramah secara percuma. "Huft, gila sih. Capek juga ya bebenah," keluh Afra yang sudah merebahkan tubuhnya di sofa. Selama dia di Singapur, Rara memang menggunakan orang untuk membersihkan apartemennya. Itupun ayahnya yang membayar, padahal Rara menolak. "Apa gue sewa pembantu lagi aja kali ya?" gumam Rara. "Ah, ngga-ngga. Gue harus mandiri, ngga boleh manja," tekad Rara langsung bangkit dari sofa. Ada tugas lagi yang harus dia selesaikan. Memandikan putranya yang masih terlelap dalam alam mimpi. "Anak Bunda, kita mandi yuk," Rara menepuk pelan pipi gembil Nalen. Merasa terganggi, Nalen menggeliatkan badannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN