Bab 3

201 Kata
Nathan berlari, menggiring bola basketnya sampai akhirnya matanya bertemu dengan mata Akila. Dia tersenyum sejenak lalu kembali fokus, jantungnya berdebar setiap kali melihat Akila, namun satu hal yang Nathan ragukan, dia ragu jika Akila merasakan hal yang sama. Bahkan saat ini nasan melihat Aqila sedang berbincang dengan lelaki lain, membuat hati Nathan bergemuruh, sampai dia tidak fokus dan bola basket mengenai kepalanya. Nathan seketika menjadi pusing, permainan dihentikan seketika karena darah mengucur deras dari pelipis Nathan. Seketika pandangan Nathan menggelap dan dia pingsan. Para petugas kesehatan mengerumuni Nathan dan membantu dia untuk segera ke ruang UKS. Akila terkejut melihat Nathan yang pingsan, dia tidak tau bagaimana kejadian persisnya, naAmanda berangkat pagi-pagi menuju minimarket dia menggunakan kaos dan celana jeans panjang titik Lela tetap berangkat menuju kantor Jones, sebenarnya lelahmu mulai membenci atasannya karena dia melihat sikap Jonas yang begitu jahat kepada Amanda. Lela sebenarnya ingin resign, dia ingin segera keluar dari kantor Jonas, tapi dia tidak memiliki pekerjaan lain. Pekerjaan ini bagi Amanda tidak terlalu sulit, dia bisa melakukannya dengan mudah, tangannya cekatan dan trampil saat dia menata barang. Semenjak Amanda menjadi penjaga di minimarket ini, ada banyak pengunjung yang datang. Rupanya mereka sangat puas dengan Amanda yang ramah dan baik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN