Hancur

1107 Kata
Gabriel terkejut mendengar ucapan Arabelle seperti itu, di depan ruang rawat inap Isabelle dia menghentikan langkahnya dan terkejut dengan perkataan Arabelle yang begitu menyakitkan istrinya. Gabriel lalu membuka pintu dan menatap ibunya dengan tatapan marah. " Ibu, kalau ibu mengucapkan hal seperti itu, sama saja Ibu tidak menghargai aku . Bayi yang dalam kandungan Isabelle adalah Bayiku . aku bisa memastikan itu semua . Kalau Ibu tidak percaya baiklah, aku tidak akan lagi mau ke Paris. "Arabelle ketika panik mendengar suara Gabriel yang seperti itu, dia tidak mau jauh dari anaknya karena dia sungguh mencintai Gabriel. "Tidak bukan itu maksud ibu, maksud ibu, dia perempuan yang kurang pantas untukmu." Gabriel tersenyum miring mendengar ucapan Arabelle, dia mrnatap ibunya dengan tatapan tidak suka dan marah. "Sudah ya Bu, aku tahu sekarang kenapa istriku bisa sampai pingsan di kamar mandi . Untuk sementara waktu lebih baik kita tidak bertemu sama sekali karena aku aku sakit hati mendengar ini semua . Jadi aku mohon kepada ibu jangan lagi mendekati istri ku dan juga jangan hubungi aku. " Arabelle lalu meminta maaf kepada Gabriel, tapi semuanya terlambat. Gabriel benar-benar marah dan juga emosi. Dia tidak akan pernah menerima ucapan arabe lagi . Perasaan kepercayaannya kepada ibunya sudah luntur . Padahal dia itu berniat bertanggung jawab kepada Isabelle selain itu juga mereka saling mencintai . Lalu apa salahnya jika mereka saling bersatu? Padahal Gabriel sungguh mencintai Isabelle sepenuh hatinya. Gabriel tidak mau lagi berurusan dengan ibunya, cukup sampai detik ini saja dan dia tidak mau melanjutkan hubungan dengan ibunya . Saat itu juga Gabriel mengemasi barang-barang Isabelle yang ada di rumah sakit, saat Isabelle sudah membaik dia akan pulang kembali ke Jerman. Dia dan Isabelle akan tinggal di Jerman dan tidak akan mau ke Paris lagi kecuali jika hanya hal bisnis. Arabelle lalu mendekati anaknya kau memegang pundak Gabriel tapi Gabriel menepisnya dan menatap tajam Ibunya. "Sudah, Ibu pulang saja, untuk apa ibu berada di sini? Lagipula itu tidak suka kamu lihat aku dengan Isabelle. Sudah ku, Ibu pulang saja. " Gabriel mengucapkan dengan tatapan tajamnya, nafasnya memburu karena dia sangat marah kepada Rabel. Mau tidak mau mendengar ucapan Gabriel, Arabelle segera pulang, dia berjalan keluar dari rumah sakit dengan langkah gontai, setiap langkahnya dia memikirkan Gabriel Kenapa dia selalu salah dimata Gabriel Padahal dia ingin yang terbaik untuk Gabriel. Sampai di rumah pun Arabelle masih berwajah masam, hingga Serin melihat Arabelle kasihan dan dia menyuruh Arabellele untuk duduk dan menenangkan dirinya. "Ya ampun Arabelle, Ada apa lagi ini? Apa yang terjadi kepadamu?" Arabelle mengusap air matanya yang jatuh tadinya dia ingin menahan nya tapi tiba-tiba air mata itu meluncur begitu saja tanpa dia minta. "Tidak apa-apa, aku hanya sedikit lelah dengan sikap Gabriel, aku ini ibunya selalu memberikan yang terbaik untuknya. Aku selalu memperhatikan detail jika memberikan sesuatu kepada Gabriel, aku selalu memberikan pilihan terbaik dan hati-hati untuk yang sejak dulu, Tapi kenapa kini saat sudah dewasa dia malah bersikap kasar kepadaku dan bahkan dia menyuruhku pergi dan ingin memutuskan hubungan antara ibu dan anak. Ini semua pasti karena Isabelle, perempuan itu pasti sudah mencuci otak Gabriel. Dulu Gabriel tidak pernah bersikap pemberontak seperti ini walaupun Gabriel membenciku dia masih saja diam tapi kenapa sekarang Gabriel bersikap seperti ini kepadaku? Sungguh Aku sangat lelah tidak aku hanya ingin anakku menyayangiku sepenuh hatinya. " Serin sangat kasihan mendengarkan ucapan Arabelle, dia Lalu memeluk Arabelle. "Sebenarnya aku tahu kenapa kau bersikap seperti itu kepadamu, Gabriel itu ingin menentukan pilihannya sendiri sejak dulu kecil. Dia ingin bahagia dengan orang yang dia sayangi, Jadi jangan terlalu memaksakan Gabriel biarkan dia menentukan pilihan dan jalan hidupnya sendiri Arabelle, lagipula Gabriel bukan lagi anak kecil yang harus kamu tuntun semuanya. " Mendengar ucapan Serin, Arabelle masih tidak terima dan mengerucutkan bibirnya. "Tidak, sampai kapanpun Gabriel adalah anakku, aku berhak untuk memutuskan apa yang terbaik buat dia. Dia adalah penerus generasi ku Serin, jadi apapun yang terbaik untuknya adalah pilihanku. Lagipula aku juga tidak yakin jika kehamilan Isabelle itu adalah anak Gabriel. Bagaimana jika Gabriel ditipu lalu dikuras semua hartanya? Padahal keluarga kita sudah bekerja keras untuk mencari uang, tapi Isabelle tiba-tiba datang . Bagaimana jika Isabee hanya berniat mencari uang Gabriel? Aku bahkan heran mereka baru saja bertemu tapi kenapa Isabelle tiba-tiba hamil dengan Gabriel? Bukankah itu terlihat jelas jika Isabelle memang berniat untuk menguras harta Gabriel? " Serin menarik nafasnya, dia tahu jika ia sangat khawatir kepada Gabriel, tapi bukan ini caranya. Kalau arah bawah terus menerus berpikir negatif kepada Isabelle, Kasihan juga kepada Gabriel. Padahal Isabelle berniat tulus kepada Gabriel, Gabriel itu sangat mencintai Isabelle dan Serin pun yakin jika anak dalam kandungan Isabelle adalah anak Gabriel. "Sudah Arabelle, tidak, anak dalam kandungan Isabelle itu adalah anak Gabriel, aku sangat yakin. Jadi saat ini aku minta kepadaMu untuk merestui permikahan mereka . Lagipula kalau anak dalam kandungan Gabriel bukan anak Isabelle, Kenapa Isabelle tidak menggugurkan saja kandungannya? Tapi Isabelle berniat untuk membesarkan anak itu . Tidakkah kamu melihat betapa baiknya Isabelle dan sangat suci hatinya? Lagi pula aku juga melihat ketulusan diantara mereka tidak bisa melihat jika mereka itu memang saling mencintai . Jadi apapun yang terjadi kepada Gabriel atau Isabelle seharusnya kamu merestui mereka sebagai ibu, kamu harusnya menyayangi Gabriel sepenuh hatimu dan juga melepaskan Gabriel memilih pilihan hidupnya. Seharusnya kamu mendukung apapun yang Gabriel pilih saat dia sudah dewasa. Kalau kamu ingin hubunganmu dengan Gabriel membaik, maka harga Isabelle juga sebagai istrinya. Kalau kamu bersikap kasar kepada Isabelle dan Gabriel mengetahuinya, jelas aja dia marah. " Serin mengucapkan sembari menghela nafasnya, dia heran kenapa arah belum juga berubah hingga detik ini. “Tapi aku ingin Gabriel itu hidup bahagia seperti ku, aku tidak mau Gabriel salah pilih. Pendamping hidupnya harus orang yang terpandang dan orang yang aku percaya. Seharusnya aku menggagalkan pernikahan mereka berdua, sekarang Aku sangat menyesal membiarkan mereka berdua bersama. " Kalau sudah begini Serin benar-benar lelah, dia mengucapkan apapun sama saja . Arabelle sudah bersikeras menginginkan Gabriel untuk menikah dengan pilihan hidupnya. Sungguh Serin benar-benar pusing terhadap sikap Arabelle, kenapa Arabelle selalu memaksakan dirinya. "Menurutku Isabelle adalah gadis yang baik dia juga gadis yang kuat dan berjuang penuh atas hidupnya. Coba kamu lihat saja Ayahnya adalah seorang dosen , bukankah itu sudah hal yang baik? Dosen adalah pekerjaan yang mulia. Mungkin Ayah dan Ibunya bukan pebisnis besar seperti kita, tapi Ayahnya adalah tenaga pendidik, Jadi aku yakin sekali Jika Isabelle dididik oleh orang tuanya dengan baik. Aku yakin jika Isabelle itu akan memberi kebaikan pada kehidupan Gabriel. Sudah Arabelle, kalau kamu membenci mereka berdua sudah cukup jangan melihat mereka, sudah biarkan mereka hidup mandiri . Doakan saja mereka agar mereka bahagia dan tidak ada yang menyakiti satu sama lain. "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN