Hari pertama ospek masih sama rasanya seperti pertama kali menginjakkan kaki di bangku SMA. Yang membedakan rasanya hanya tanggung jawab yang lebih besar disini. Gue harus mengejar prestasi dan nilai untuk mendapatkan beasiswa ke luar negri. Waktu terasa begitu cepat berlalu hingga membuat fikiran gue hilang secepat kereta api. Bangunan gagah nan mewah ini membuat diri gue terheran-heran saat melihatnya. Serasa nyata tapi masih terasa mustahil. Masih agak gak percaya kalau gue bisa kuliah disini. Sebuah keberuntungan dan perjuangan. Walaupun gue masih mampu buat bayar uang kuliah, tapi sama aja gue gak se sultan itu. Gue juga di targetkan untuk memasuki universitas di Belanda. Ya, beginilah hidup. Gue mencari-cari kelas baru gue. Tapi entah mengapa gue hanya berputar-putar sedari tadi.

