Tepung

1013 Kata

Mau enggak percaya sama ucapan temen gue? Tapi gue ngerasa ngeganjel. Apa semua ini cuma ilusi? Apa emang bisa amnesia bikin ilusi? Gue masih ragu sama ucapan sahabat gue semuanya. Apa bener mereka enggak nyembunyiin apa-apa? Entahlah, gue gak ada pilihan lain selain percaya. Kemana lagi gue harus mencari jawaban kalau bukan percaya ke mereka. "Radja? Kok ngelamun? Ini gimana ya jawabannya?" tanya Shelia menatap gue sungguh-sungguh. Yaampun, gue terlalu kepikiran sama sosok cewek di mimpi gue. Gue cuma takut kalau cewek di mimpi gue itu dedemit. Seinget gue sih kalau gue mau tidur udah baca doa dan sholat Isya. "Eh sorry Shel, soal yang nomer 10. Apa bedanya pemimpin sama pimpinan?" Sheila menatap mata gue lekat, entah kenapa gue ngeliat ada rasa tertarik dalam diri dia ke gue. Apa gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN