"Radja?" Shelia menghampiri gue yang asik baca novel Junocto. "Eh Shel. Lo baca buku juga?" tanya gue sama Shelia. "Iya, gue bosen di Hima, lo gak mau daftar masuk Hima Ja?" tanya Shelia lagi. "Kagak, males gue, ribet. Gue lebih suka (Unit Karya Ilmiah Mahasiswa) UKIM." Gue kembali membuka novel Junocto di halaman kedua, si Adam di novel ini bener-bener rese banget jadi cowok. Masa iya dia manfaatin si Cesita. Sumpah gue kesel baca novel ini. Bagus emang ceritanya, tapi entah kenapa penulisnya pinter banget bawa emosi gue buat ikutan sebel sama si Adam di tokoh novel ini. "Lo kenapa Dja? Kok keliatan jutek? Gue salah ya nawarin Hima? tanya Shelia. "Oh, enggak Shel. Gue cuma kebawa emosi aja baca buku ini. Sumpah nyebelin." Radja mengacungkan novel Junocto mengatakan dia yang emos

