One

943 Kata
Alex terkejut saat ia melihat ada bayangan yang melewatinya lagi, dia hendak berlari kabur namun tiba-tiba ada sesuatu yang mencengkram tangannya. Sesuatu itu datang dengan cepat dan memiliki kekuatan yang tidak bisa Alex lawan. Dia merasa tangannya dicengkram oleh tangan yang dingin, selanjutnya Alex mencoba melawan dan memukul lelaki itu tapi sayangnya dia tidak kuat dan Alex pun menjatuhkan sepedanya, lelaki tinggi besar itu menariknya membawa ke semak-semak dan dibalik pohon besar. Tangan kanan lelaki itu begitu dingin. Tangannya sangat dingin seperti es sampai membuat Alex ketakutan. "Lepaskan aku!" teriak Alex, meskipun Alex tidak memiliki kekuatan apapun tapi dia berusaha keras untuk berteriak dan melepaskan dari cengkraman lelaki besar itu. Lelaki itu tingginya sekitar 50 senti meter lebih tinggi daripada Alex. Dia tersenyum miring, dia menatap tajam Alex. "Katakan apa kata-kata terakhirmu saat kau ingin mati, kebetulan aku sedang berbaik hati aku akan mewujudkan keinginanmu." Nafas Alex tercekat dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun dari bibirnya. Sungguh dia sudah sangat takut menatap lelaki itu dia mendorong menendang memukul bahkan kelamin lelaki itu pun dia tendang-tendang tapi percuma, lelaki itu kuat dan sama sekali tidak merasakan sakit. Dia pernah mendengar bahwa satu-satunya cara membunuh vampir adalah penggal kepalanya. Alex lalu mencoba melawan tangan kanannya mencoba untuk mencengkram leher lelaki itu Tapi sayangnya tidak memiliki kekuatan apapun, rasanya laki-laki itu kekuatannya 15 kali lipat lebih kuat daripada Alex yang hanya manusia biasa belum lagi Alex tidak pernah berolahraga otot-otot nya seperti tidak pernah terlatih. Lelaki itu menatap Alex dengan senyuman miring. "Hei bocah! Untuk apa kamu melawanku? Kamu tidak akan bisa melawan ku, serahkan darahmu kepadaku." Alex hendak menghindar dia hendak kabur, tapi dia tidak memiliki daya apapun tidak memiliki kekuatan apapun yang bisa melawan vampir itu. Alex lalu mencoba untuk kabur, dia menendang lelaki besar itu, lelaki besar itu sempat melonggarkan cengkramannya, dia menggunakan kesempatan ini, kemudian Alex kabur. Alex berlari sangat kencang, dia harus berlari sampai keluar gerbang kampusnya karena di depan sana ramai dan banyak orang, Alex yakin vampir itu tidak akan berani muncul dihadapan banyak orang. Apalagi akhir-akhir ini ada banyak pemburu vampir yang datang. Sayangnya vampir itu berlari lebih cepat, dia menangkap Alex dan dengan kekuatan penuh nya menghempaskan Alex ke tanah, kepala Alex terbentur dan dia merasakan pusing. Darah segar mengalir dari kepalanya. Vampir itu sudah tidak bisa menahan lagi nafsunya, dia langsung mencapai merobek kemeja Alex, tangannya memiringkan kepala Alex dan menggigitnya, Vampir itu menggigit dan menghisap darah Alex kuatnya, hampir setengah darah Alex hampir habis. Sampai akhirnya ada duara sebuah auman yang muncul dari semak-semak bagian kanan, seekor serigala menyambar Vampir itu hingga menghentikan aksinya menghisap darah Alex. Vampir itu merasa tidak puas karena makanannya belum habis, sedangkan Serigala itu mencoba menyelamatkan nyawa Alex. Vampir itu hendak menyerang Serigala itu, tapi kemudian sekelompok serigala lainnya datang dan vampir itu rupanya hanya sendirian, tidak datang bersama teman-temannya. Akhirnya Vampir itu memilih untuk mengalah dan mundur, dia berlari sekencangnya untuk kabur, semua kelompok kawanan serigala itu mengejar vampir itu kecuali derigala pertama yang datang, dia memiliki bulu putih yang begitu cantik. Serigala itu tetap disini ada di samping Alex. Beberapa detik kemudian Serigala itu berubah menjadi seorang perempuan, dia Lalu membawa Alex menggendong Alex menuju ke rumah besarnya. Di pinggir kota, rumah besar milik perempuan itu sangatlah luas, dia mendapatkan rumah ini karena warisan dari ayah ibunya. Dia tinggal sendiri dirumah Mansion besar ini bersama tiga pembantu lainnya. Dia Lalu meletakkan Alex di atas ranjang Kamar tidurnya. Beberapa menit kemudian tubuh Alex kejang, Gadis itu tahu jika Alex pasti terkena racun vampir. Dia Lalu berusaha memberikan Alex dengan cairan obat agar racun Vampir itu tidak menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia menyuntikkan cairan itu ke lengan Alex namun rupanya sia-sia. Alex malah pingsan tak berdaya, tapi Gadis itu yang penting sudah memberikan cairan agar Alex tidak merasakan sakit dan kejang-kejang. Gadis itu bernama Felicia, Dia gadis berusia 18 tahun yang masih sekolah SMA, dia Lalu menyelimuti Alex dan membiarkan Alex sendiri di kamar tidurnya. Dia Lalu mengunci kamarnya dan Felicia memilih untuk melakukan pembunuhan lagi di luar. Felicia menuju kawan-kawan serigalanya, dia memberitahu kepada para kawannya bahwa kini tidak sedang baik-baik saja. Karena semua teman-teman sekelompok Werewolf nya tidak berhasil menemukan siapa vampir tadi yang berani menghisap darah manusia. Felicia benar-benar marah dan mengamuk kepada kawanannya. Felicia adalah seorang Alpha, dia adalah pemimpin dari sekelompok geng Werewolf di kota ini. Mereka seharusnya menjaga diam-diam mencegah para vampir untuk mendekati manusia tapi berulang kali upaya ini digencarkan dan dan sudah mengatakan bahwa vampir akan merajalela di seluruh dunia melalui berita. Tapi sayangnya beberapa Manusia masih belum percaya contohnya Alex. Felicia mendengkus kesal saat kawanan sekelompok nya mengatakan Gagal menangkap vampire tadi. Percuma saja memburu vampir lagi, para vampir terlalu pintar untuk bersembunyi. Selain itu ada daerah perbatasan yang tidak boleh dilanggar oleh aturan perjanjian, seharusnya vampir tadi dibunuh mati dan dipenggal kepalanya karena dia telah melewati batas perburuan. Felicia akhirnya pulang ke rumah, dia sudah melihat pintu kamarnya terbuka, itu artinya lelaki tadi di sudah sadar tapi sayangnya lelaki itu tidak ada di kamarnya. Felicia memutar bola matanya kesal, diam merutuki lelaki itu. "Dasar tidak tahu malu! Sudah aku tolongin tapi kamu sendiri malah kabur." Felicia yakin lelaki itu pasti sadar dari tidurnya dan dia segera pergi karena menyadari ada perubahan dalam dirinya. Felicia yakin laki-laki itu pasti dia telah teracuni. Felicia lalu akhirnya merapikan Kamar tidurnya lagi lalu dia merebahkan tubuhnya, matanya menatap ke samping titik rupanya atas lelaki itu Tertinggal. Dia Lalu mengambil tas Alex, dia membaca identitas Alex dan tersenyum miring. Rencananya Felicia akan masuk di kampus yang sama dengan lelaki itu. Entah suatu kebetulan atau bagaimana, tapi ternyata suatu saat Alex pasti akan menjadi kakak tingkat Felicia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN