Mimpi

1037 Kata
BAB 9 Radja berlari ke arah pelukis tersebut yang tengah membereskan barang- barang nya ke dalam mobil untuk di bawa pulang. "Pak!! Pak!! permisi!" Teriak Radja membuat aksi pelukis yang tengah membereskan barang nya itu berbalik menatap Radja heran dan bertanya tanya karena tatapan Radja yang terlihat panik tidak lupa dengan gaya nya yang berantakan dan acak- acakan. "Ya? ada apa?" Tanya pelukis tersebut penasaran. "Apa tadi seorang perempuan berambut hitam dengan sweeter coklat mendatangi tempat mu?" Tanya Radja dengan nafas nya yang berdesak desakan, Pelukis tersebut mencoba untuk mengingat wanita yang di maksud Radja. "Ah! Ya!" Ucap pelukis tersebut dan berlalu mengambil gambar lukis Akila yang ia lukis saat bersama Akila sebelum nya. "Apakah yang anda maksud, wanita ini?" Ucap pelukis tersebut sembari memberikan gambaran lukisan wajah Akila , sontak Radja terkejut karena benar Akila sempat untuk mampir ke tempat ini. "Ya benar! Wanita ini!, apakah anda tau kemana wanita ini pergi?" Tanya Radja kepada pelukis tersebut. "Humm, tadi ia mengendarai sepeda nya ke arah sana namun aku tidak melihat kemana lagi ia berbelok apakah kanan atau kiri .. aku tidak tau" Ucap pelukis tersebut sembari memberi arahan kepada Radja. Radja yang mendengar ucapan pelukis tersebut sontak mengusak dahi nya dengan rasa khawatir. "Baiklah kalau begitu, terimakasih atas info nya" Ucap Radja dengan ramah dan berlalu meninggalkan pelukis tersebut yang menatap nya dengan tatapan heran dan penasaran. Radja mulai berlari ke arah mobil nya dengan sesegara mungkin dan tergesa- gesa, Ia mengambil handphone nya dan mulai mencari nomor teman nya yang bersangkutan dengan intel itu , orang itu bernama Joe. "Halo Joe" Sapa Radja kepada Joe. "Hai hai kawan ku! senang mendengar suara mu! , ada apa?" Tanya Joe dari seberang telefon. "Aku butuh bantuan mu, apa kau bisa membantu ku dengan sekawanan mu?" Tanya Radja membuat Joe penasaran dan sedikit terkejut karena ucapan Radja yang membawa- bawa sekawanan petugas intel nya. "...Radja? ada apa? mengapa sampai kamu membawa teman- teman ku? jangan katakan ada hal yang sangat serius" Ucap Joe dengan serius. "Kau benar Joe, jadi seperti ini .." Radja menjelaskan kepada Joe awal mula ia datang ke swiss sampai ujung yang di mana ia kehilangan Akila yang berpergian sendiri sampai- sampai tidak ada kabar sama sekali. "Kau serius?! , Baiklah katakan di mana kau sekarang?" Tanya Joe kepada Radja. "Aku berada di jalan xxx, tepat di samping hotel xxx" Jelas Radja, Joe yang mendengar alamar yang di ucapkan Radja pun mencatat alamat yang di ucapkan Radja. "Baik!, aku akan segera kesana!" Ucap Joe siap membantu Radja. "Terimakasih banyak Joe, aku tidak tau kemana aku akan meminta bantuan" Ucap Radja berterimakasih. "Tenang saja kawan!, kau telah membantu ku banyak hal saat dulu lantas mengapa aku tidak bisa membalas kebaikan mu bukan?" Ucap Joe dengan ramah, Radja yang mendengar ucapan Joe pun tersenyum karena ucapan kawan nya itu. "Baiklah, aku akan menutup telepon nya sampai jumpan nanti Joe!" Ucap Radja, Radja pun dengan cepat mematikan telefon nya dan mulai menancapkan gas mobil nya menuju tempat yang di tujukan oleh penulis gambar sebelum nya. "Akila .. kau dimana?" Ucap Radja khawatir sembari menyetir mobil nya tersebut. Tangan dan kaki Akila tengah terikat dengan tali yang tebal sehingga susah untuk di lepaskan maupun di gunting, Akila masih tak sadarkan diri ia masih terkena pengaruh obat bius yang di berikan oleh anggota mafia sebelum nya. Terdapat 2 orang penjaga yang menjaga Akila agar Akila tidak dapat kabur dari kurungan mereka. "Hey, lihatlah dia .. gadis yang malang haha!" Ucap salah satu penjaga yang berumur lebih tua mengejek Akila yang tengah terikat. "Haha! kau benar .. lihatlah bung, ia sangat cantik" Ucap salah satu penjaga yang ikut menjaga Akila. Tiba-tiba terbesit pikiran kotor dari salah satu penjaga tersebut untuk memanfaatkan Akila selagi tidak ada orang yang melihat mereka. "Pssst bagaimana kalau kita menikmati wanita ini, apa kau mau?" Tanya penjaga yang berumur lebih tua kepada salah satu penjaga yang terdapat pada ruangan itu. "Apa kau gila?!, kita bisa terbunuh apabila ketahuan melakukan hak yang tidak seharus nya kita lakukan!" Jawab salah satu penjaga tersebut meyakinkan teman nya untuk tidak melakukan hal bodoh. "Oh common, mereka tidak ada di sini! ini kesempatan emas! Hahaha!" Ucap penjaga yang lebih tua dengan jahat dan licik bersama dengan pikiran tak senonoh nya itu. "T-tapi" "Ayolah!" Belum sempat penjaga yang berumur lebih muda menolak, penjaga yang berumur lebih tua pun sudah terlebih dahulu menarik lengan nya sehingga ia tidak dapat menolak. Penjaga tersebut memberikan pandangan kotor nan m***m kepada Akila yang masih tak sadarkan diri, penjaga tersebut mulai memegang sweeter Akila dan merobek nya sehingga terpampang lah kaus putih yang menutupi pakaian dalam Akila. "Hahaha, lihat!" Ucap penjaga tersebut sembari memegang kaus putih Akila berniat untuk merobek nya namun tak sempat, Bos sekaligus pemimpin dari mafia tersebut menghampiri mereka dengan tatapan marah beserta tatapan jijik kepada kedua penjaga yang hendak melakukan hal tak senonoh kepada Akila, Keringat dingin dan juga bulu kuduk mereka merinding karena melihat kedatangan bos nya itu. "B-bos?" Ucap salah satu penjaga tersebut dengan takut dan juga badan nya yang gemetar karena tatapan kejam dari bos nya itu. *dorrr!! Satu tembakan peluru dari pistol yang di tembakan bos nya tersebut tepat di kepala salah satu penjaga hingga akhirnya penjaga tersebut pun tewas bersimbah darah pada lantai yang mengalir dari kepala nya, penjaga lain nya yang ikut menjaga Akila tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia hanya melihat teman nya itu telah tewas tertembak. "B-bos.. aku bisa menjelaskan semua in-" *dorrr!! belum sempat penjaga tersebut berbicara, bos dari mafia tersebut telah menembakan peluru nya terlebih dahulu sehingga penjaga tersebut ikut terbunuh dan tewas di tangan bos nya itu, bawahan mafia yang menyaksikan apa yang di lakukan bos nya itu hanya terdiam mereka tidak bisa berbicara. "Heheum kalian lihat? KALIAN LIHAT?!! , inilah akibat apabila kalian menyentuh yang bukan milik kalian dan tidak mematuhi apa yang ku ucapkan! , jika salah satu dari kalian berani menyentuh hal milik ku nyawa kalian akan berakhir di tangan ku! akan ku pastikan kalian akan terbang dengan tenang menuju neraka! HAHAHA!" Ucap bos mafia tersebut sembari sesekali meneguk segelas wiskeey pada tangan nya. Akila segera terbangun ketika mendengar bunyi alarmnya, tumben sekali dia mempimikan Radja dan mimpi itu sangat mengerikan. Dia menjadi khawatir sesuatu terjadi pada Radja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN