Selain keluarga yang hangat, aku bersyukur karena memiliki sahabat-sahabat yang menyenangkan. Bahagia itu rasanya utuh setiap kali bisa berkumpul bersama dengan mereka, seperti halnya sekarang ini. Bian dan Satria yang bermulut menyebalkan. Raka, Andre dan Wira, para pria b******k yang sulit berkomitmen, tapi selalu solid pada persahabatan. Naresh, teman dari jamanku masih memakai seragam abu abu. Meski pernah punya sisi hidup yang menyimpang, tapi dia lah yang sejak dulu selalu ada untukku. Aksa dan Reza, terus terang aku sendiri juga tidak menduga bisa menerima mereka menjadi bagian dari kami, setelah apa yang mereka lakukan pada Sasha dan Freya dulu. Mungkin mereka hanya sedikit beruntung karena berhenti berulah di saat yang tepat, sebelum aku benar-benar membalas apa yang sudah mere

