Naresh menepati ucapannya membawa gadis itu datang ke rumah Ibra. Sasha sempat tercengang dengan mata berkaca kaca, dia seperti melihat dirinya sendiri yang dulu masih belia hamil tanpa suami. Menatap wajahnya yang tampak lugu dan masih kekanak kanakan, tak urung membuat mereka menggeleng. Entah apa yang dipikirkan Naresh sampai bisa menghamili gadis yang terpaut umur sebelas tahun dengannya itu. Luna namanya, dia terlihat sedikit canggung berada diantara orang orang yang baru dikenalnya. Gadis itu terus menempel di samping Naresh yang tampak begitu sabar dan telaten menuruti semua kemauannya. Ibra benar benar tidak menyangka sahabatnya yang kini memutuskan kembali ke kodratnya itu juga bisa bersikap manis. Genggamannya tak pernah lepas dari tangan Luna, kadang juga mengusap punggungnya

