Tanpa terasa langit semakin menggelap dan Melano juga sudah menunjukkan tanda-tanda kekeknyangan yang itu artinya dia harus segera menemukan Kasur empuknya sebelum tergeletak diatas pasir Jembrana-bali. “ayo kita pulang!” ajak Lula. Drt… drt… Ponsel Lula bergetar diatas meja, dengan segera ia meriahnya lalu mengangkat panggilan telfon dari Tae sepupu kesayangannya. “astaga Lula! Kau dimana?” tanya Tae dengan nada panik. Lula mengeryitkan keningnya smabil sedikit menjauhkan ponselnya. “ada apa?” tanya Geval saat melihat reaksi istrinya. “entahlah! Suara Tae terdengar panik.” Jawab Lula lalu Kembali menekatkan ponselnya ketelinganya. “aku Bersama suamiku Tae, kau kenapa?” “cepatlah kemari Lula! Jika tidak kau tidak akan melihatku selamanya.” “baiklah! Tunggu aku.” Lula

