"Di dalam perjuangan itu akan membuahkan hasil jika kita mau melakukannya bersama, jadi dokter janinnya tidak papa? Saya akan menjaga dia dalam kondisi ini mungkin dalam keadaan tidak baik dia terjatuh dan membuat cedera pada kepalanya, tidak pernah aku sadar juga dokter karena di Posisinya itu dia terjatuh sendiri begitu saja."
Jelas Jes yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya.
"Iya saya harap, keluarga bisa untuk menjaga keadaannya, jangan sampai dia Ia melakukan kesalahan yang sama lagi titik karena ini sangat membahayakan pada janinnya, di dalam kehidupan dia pasti akan membuahkan hasil jika kita mau bersama di sini juga Aku berharap semoga keadaan pasien akan bisa lebih baik jangan ada terjadi apa-apa."
Ucap Dokter tersebut kepada Jes.
"Iya, baiklah dokter. Kalau begitu Terima kasih sudah membantu dan berharap tidak ada permasalahan diantara kita dan jangan pernah menganggap semuanya bisa begitu saja berubah tanpa disadari, saya akan melihat pasien tersebut jika memang dokter menyuruh dia pulang Akan saya juga ada di rumah."
Ucap Jes dengan wajah yang sangat sedih.
"Sama-sama, mungkin disaat ini dia harus tenang dan rusak tidak melakukan apapun dan aktivitas seperti yang diinginkan. Dan ingatkan kepada suaminya untuk tetap melakukan apa yang diketahui pada dirimu Sampai detik ini."
Jelas Dokter kepada Jes.
Lalu Jes langsung pergi dan meninggalkan ruangan tersebut, Dia sangat mengkhawatirkan Apa yang akan terjadi jika dilakukan ini di dalam kehidupannya kali tidak mengetahui apa yang harus dia inginkan saat ini juga. Bunga begitu Malang yang di dapat kan.
"Aduh... Kasihan sekali, Sampai detik ini aku masih tidak menyangka kenapa bisa terjadi saat itu padahal dia sedang bersantai saja di sana dan aku tidak mendengar apapun chat aku duduk, memang membuat aku sangat kesal pokoknya aku harus berada di tempat yang sama jangan sampai membuat bunga kecelakaan lagi."
Rutukan Jes di dalam hati nya saat itu.
Di saat itu Jes sedang menunggu Bunga belum juga sadarkan diri dia langsung tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapinya di sisi lain kekawatiran itu akan terus datang, posisi nya semua nya bisa saja berubah begitu saja satu sama lain nya lagi.
"Bunga... Sadar lah aku bingung sekarang harus bagaimana lagi."
Rutuk Ansel yang sudah ketakutan.
Jas yang sudah tidak menentu, Entah kenapa di saat itu dia baru menyadari kekuatan yang diinginkan nya begitu sangat tidak lancar semuanya tanpa dia sadari juga kekuatan itu melakukan yang terbaik demi dia, sampai dia tidak tahu harus bagaimana lagi sejujurnya itu hanya bisa melukai dia saja.
"Kenapa dia bisa begini? Aku masih tidak paham apa yang terjadi jika melakukan yang terbaik. Bagaimanapun dalam perjuangan pasti akan membuahkan hasil Aku tidak tahu menghadapinya seperti apa memang dia istri sahabatku tetapi kekuatiran itu semakin mendalam saja."
Ucap Jes di dalam hati nya yang sangat mendalam.
Saat Jes termenung dia melihat sosok bayangan itu semakin mendekati nya tanpa di sadari dia melihat sosok tersebut adalah Lucifer yang mengunjungi nya.
"Hei... Kenapa kau berada di rumah sakit? Tidak kusangka juga kalau membela diri Anda seharusnya kau tidak mempertahankan bayi yang sudah ada di kandungan Bunga titik itu akan menjebak menjadi permasalahan yang akan membuat kekacauan di antara kita."
Ucap Lucifer kepada Jes.