“Ooo begitu, Bunga di sini kau tahu kan maksud nya apa?”
Jes bertanya kepada Bunga yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya.
“Jangan khawatir kan hal yang membuat diri ini semakin tidak yakin saja satu sama lain nya lagi. Sejauh ini perjuangan hidup akan membuat semua nya bisa saja berjalan dengan lancar satu sama lain nya begitu berat saja.” Jelas Bunga kepada Jes yang masih duduk bersantai di sofa saat ini.
“Sebelum Ansel pergi kemarin, dia juga sudah berpesan kalau diri ini akan terus berjalan satu sama lain nya. Memang Kau akan terus mengunjungi aku selama Ansel pergi.” Ucap Bunga kepada Jes yang menjelaskan apa yang di katakan oleh suami nya saat itu juga.
“Hm... iya memang aku sudah di kabari nya terlebih dulu, jadi aku tidak mau mengatakan kalau diri nya sudah melakukan yang terbaik satu sama lain nya. Di sini aku berusaha tenang agar Ansel bisa menjalankan tugas yang di berikan saat ini.” Ucap Jes yang menjelaskan kepada Bunga saat ini.
“Jangan begitu aku sangat paham apa yang kau katakan itu hanya bisa membuat diri kau akan kerepotan terus, sebenar nya aku sudah mengatakan kalau diriku bisa mandiri saja sendiri.”
Jelas Bunga kepada Ansel yang dari tadi tidak tahu harus berbicara apa pun demi mendapat kan yang terbaik juga, sama sekali satu sama lain nya juga tidak ada satu pun permasalahan yang menjadikan diri ini semakin yakin saja satu sama lain nya.
“Iya sudah, sekarang apa pu itu niat nya Ansel aku akan menjaga kau selama dia tidak ada, jangan khawatirkan hal itu akan mengetahui apa yang sudah terjadi satu sama lain nya.” Ucap Jes kepada Bunga.
Saat itu juga dalam bersantai dia mendengar kan suara getaran ponsel nya, Jes melihat ada telepon dari Ansel.
Jes langsung mengangkat nya dan berkata.
“Hallo Ansel, kenapa? Jangan khawatirkan aku jangan pernah menganggap diri ini semakin mendalam saja satu sama lain nya tidak ada perubahan pada diri nya sekarang selama ini akan membuat perjalanan hidup akan menjadi nyata saja.” Ucap Jes di balik telepon nya dan membuat diri ini semakin yakin apa yang di lakukan nya saat ini.
“Baiklah, terima kasih Jes aku sudah merasa lega saat ini bagaimana pun perjuangan diri kau banyak mau membantu aku.” Ucap Ansel kepada Jes sambil tersenyum saja dan membuat diri ini semakin yakin saja.
“Hahhaa... jangan khawatirkan semua nya akan aku tolong demi sahabatku sekarang.” Ucap Jes kepada Ansel sambil tertawa lepas.
Bunga hanya melihat dan mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Ansel dan Jes di balik telepon itu dan akan menjadi sebuah kenyataan diri ini semakin yakin kalau persahabatan mereka begitu sangat baik.
Lalu Bunga meletakan secangkir teh di hadapan Jes. Dan akhir Jes mematikan telepon nya sampai mendapatkan hal yang di ingin kan saat ini juga demi mendapatkan sebuah kenyataan yang ada satu sama lain lagi.
“Silahkan di minum Jes, seperti nya kalian ini memang sangat dekat sampai membuat aku iri saja, aku tidak memiliki teman yang begitu dekat.” Ucap Bunga kepada Jes yang langsung memandangi wajah nya yang begitu mendalam saja, tidak sedikit pun perjuangan dia akan menjadi sebuah kenyataan yang berbeda satu sama lain.