Semakin Panik Saja.

527 Kata
Dengan hati yang sangat kacau dia berusaha untuk tetap meraih ponselnya dan menelepon sahabatnya itu secara langsung agar tidak terjadi salah paham. "Hallo Ansel! Ini sangat kacau! Aku tidak tahu lagi harus bagaimana lagi saat kita selesai teleponan tadi ternyata istrimu sudah pingsan dan tidak sadarkan diri kita pun semakin panik dan tidak tahu harus bagaimana mengatakannya, disini aku baru saja sampai di rumah sakit dan sampai saat ini juga aku baru tahu dan memahami yang sudah terjadi aku meme Emang tidak mengerti apa tujuan dan maksud itu semua." Jelas Jes kepada Ansel kepada diri nya. "Seperti nya ini semakin gawat saja. Kenapa bisa begitu?" Ucap Ansel kepada Jes yang sangat panik. "Ini pasti ada sangkut-pautnya dengan kejadian kau katakan itu kepadaku, sosok itu telah mengetahui kalau kau tidak ada berada di rumah dan mereka berkesempatan untuk membuat istrimu sakit celaka dan menghancurkan apa yang telah kau rencanakan." Ucap Jes yang masih mengingatkan kejadian tersebut. "Apa aku harus pulang Jes?" "Jangan!!! Udah pergi sana Di sini ada aku yang akan terus menjaga istrimu yang khawatir akan hal itu aku sangat paham atau yang sudah terjadi akan menjadi sebuah kenyataan yang ada. Mengapa anda menganggap tidak ada permasalahan sisi lain aku tahu apa yang kau inginkan saat ini perjuangan itu pasti akan ada sebuah kenyataan yang sama." Ucap Jes kepada Ansel yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya. "Iya sudah, aku sangat mempercayaimu tolong bantu aku mungkin aku besok siang akan sampai di rumah, dan dan beri tahu juga kepada Bunga Aku akan pulang menemu dia. Di dalam perjuangan pasti akan membuahkan hasil juga di sini Aku tidak tahu harus ngebantuin dalam segi apa pun." Ucap Ansel kepada Jes yang sudah tidak menetu saat ini juga. "Kalau begitu aku akan Matikan telepon ini, aku ingin segera menemui dokter yang telah menangani bunga saat ini juga titik kau di sana tetapi kerja, jangan pernah panik tetaplah berpikir positif apa yang telah aku lakukan untuk menjadi terbaik untuk dirimu." Ucap Jes yang sudah sangat tidak mengetahui apa yang sudah terjadi saat ini. "Memang di dalam perjuangan itu akan bisa membuahkan hasil, diri ini akan semakin sama jika kita melakukan yang terbaik. Mulai detik ini aku sangat yakin kalau besok itu akan datang untuk menghancurkan kehidupan, dia saat ini juga tanpa aku sadari dan dalam perjuangan akan menjadi membuahkan hasil yang sama." Ucap Ansel dengan penuh ketenangan. "Okelah kalau begitu, Segeralah untuk tetap tenang menjalan kan diri ini semakin mendalam. Percaya kepadaku Ansel jangan risaukan apa yang akan terjadi." Ucap Jes kepada Ansel. Setelah Jes mematikan teleponnya, dia langsung buru-buru menuju ke ruangan dokter dan menanyakan apa yang terjadi kepada bunga saat itu. Tok... Tok... "Permisi dok." "Silahkan masuk!" "Maaf dokter, saya dari teman pasien yang bernama Bunga." "Iya Ada apa?" "Bagaimana keadaan Bunga nya dokter?" Tanya Jes yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi berkata. "Iya, silahkan duduk... jadi begini Saya ingin menjelaskan kalau keadaan pasien itu begitu sangat kritis, dalam kami bulan itu terjadi pendarahan dan membuat dia semakin syok dan sedikit ada benturan di kepalanya. Disini lebih baik untuk tetap menjaga kondisi pasien jangan sampai dia bisa Bukankah apapun dengan sendirinya." Ucap dokter itu kepada Ansel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN