BAB 30

1758 Kata

   Setelah memejamkan matanya dan menenangkan diri lebih dari dua jam. Akhirnya Luzia membuka matanya lagi, ia kini berada di sebuah ruangan asing dan merasakan hawa dingin, tubuhnya juga terpasung. Wanita itu memberontak, ia menatap sekitar namun tidak menemukan siapapun. Tempat yang begitu saja membuatnya resah, ruangan besar dengan lilin yang bercahaya redup. Sejenak, Luzia memahami keadaannya. Dia tidak berada di ruangan biasa, ruangan ini mungkin ada di bawah tanah dan juga sangat dalam. Wanita itu menelan ludahnya kasar, mimpi buruknya kembali dimulai dan sekarang adalah bagian terburuk untuknya.      "Zizi, kau sudah bangun?" suara seorang pria terdengar.    Luzia mengalihkan tatapannya dengan cepat, ia menatap Rysh yang kini berdiri di depan pintu masuk.    "b******n! Lepaskan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN