BAB 37

1064 Kata

   Cancri segera menghampiri tubuh Luzia, ia merengkuh raga adiknya yang tak sadarkan diri. Matanya menatap dalam wajah manis yang menutup mata, rasa sesal memakinya keras dan terus menyalahkannya.      “Kalian, apa aku meminta kalian untuk menyakitinya?” tanya Cancri dengan suara dingin. Pria itu menahan amarah yang sudah memuncak, ia berdiri dan menatap pria-pria itu dengan pandangan merendahkan.    “Dia ingin menghabisi kami, dan kami berusaha memberi hukuman padanya.” Jeremy berdiri, ia tak bisa berkutik lagi saat beberapa ekor ular datang dan melindungi tubuh Cancri.    “Kalian terlalu buru-buru untuk mencuri hatinya,” ujar Cancri dingin. Pria itu menghentikan jemarinya dan banyak ular yang masuk ke dalam kamar.    “Apa maksudmu?” tanya Tae Jun.    Cancri melangkah, ia segera men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN