"Wah, cerita Kakak seru Mama! kalau Bulan?" tanya seorang anak perempuan pada ibunya. Ia kini sedang duduk bertiga, bersama kakaknya serta ibunya untuk mendengarkan cerita dari sang ibu. "Bulan ya?" tanya balik si ibu. Ia membuat tanda centang dari ibu jari dan telunjuknya tepat di bawah dagu. Ia membuat gaya raut muka seakan tengah berpikir. "Mama lupa adik Bulan," godanya pada sang anak. Anak perempuan bernama Bulan itu merengut. Ia bersendekap seraya mencebikkan bibirnya. "Mama tidak sayang, Bulan," ujarnya seraya bersiap untuk menangis. Si ibu yang berhasil menggoda anaknya tertawa lepas. Ia usap kepala dan wajah sang anak kemudian berkata, "Mama bercanda Bulan, Sayang. Mama ingat kok waktu Bulan hadir di dalam perut Mama." Bulan tak lagi menunjukkan wajah sedihnya. "Mama serius? t

