Tiga Belas

1116 Kata

Asha menyibukkan dirinya di belakang halaman rumah. Dari pagi sekali Ibunya keluar rumah, entah ke mana. Ibunya tidak main-main dengan perkataannya sendiri. Asha benar-benar dikurung dalam rumah. Pintu depan pun terkunci dari luar. Asha melamun seorang diri. Mengingat satu-satunya pria yang menyatakan kesungguhan terhadapnya. Kesungguhan di mata itu, apa benar sebuah kesungguhan? Asha tidak bisa menebak isi hati seseorang. Tapi pancaran mata lembut yang Asha temui di mata Yuuji, cukup meyakinkan bagi Asha. "Tuan, saya berharap anda mengerti kondisi saya kemarin." Asha memandang langit biru dengan awan yang seakan bergerak. Nyatanya, bumi yang berputar sehingga bisa terjadi siang dan malam. Jika Yuuji langit yang setia pada putaran bumi, maka Asha bumi yang terus berputar tanpa tujuan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN