Pagi harinya, Asha dan Friska dikejutkan dengan kehadiran kedua orang tua Friska beserta adik-adiknya. Dua orang tua pasangan paruh baya itu langsung memeluk putri sulung mereka begitu sang putri ada di hadapan mereka. Tangis mereka pecah, tak hentinya orang tua Friska mengucapkan kata maaf. Asha ikut terharu melihatnya. Asha merasakan kasih sayang tulus terpancar dari keluarga Friska. Friska sangat beruntung memiliki keluarga yang saling menyayangi. Friska memang seorang pekerja keras, karena ia merasa bertanggung jawab atas keluarganya sebagai anak pertama. Sebisa mungkin ia ingin membahagiakan orang tua serta adik-adiknya. Apapun pekerjaannya pasti akan Friska lakukan selagi ia bisa. Asha sendiri kagum akan ketekunan temannya itu. Setelah pertemuan haru di teras rumah, Asha mempersila

