Lima Belas

1120 Kata

Satu tendangan berhasil mengenai perut Roni hingga pria itu terlempar jauh sampai mengenai lemari. "Sia--" Roni seolah tidak diizinkan bersuara, pria itu mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari pelaku. Sedangkan Asha, jatuh terduduk di lantai sembari memeluk tubuhnya sendiri. "Mati," gumam pelaku. Terus saja memukul, tidak peduli wajah korbannya sudah tidak terbentuk lagi. "Berhenti!" Pintu terbuka bersama teriakan Ibu Asha. Desy berusaha menarik si pelaku agar menjauh dari adiknya. Sayangnya, usahanya sia-sia. Ia malah yang ditepis menjauh. "Asha, suruh laki-laki jahat itu berhenti. Pamanmu bisa mati!" "Berhenti kau laki-laki jahat! lepaskan adikku!" "Ibu," lirih Asha, kedua belah pipinya sudah basah penuh air mata. Ia mendongak menatap Ibunya, ingin meminta tolong.Tetapi Ibunya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN