"Kak Faren kenapa?" Wendy ikut menoleh ke arah Bibi melihat. Tampak Pane sedang berbincang dengan Yuga. Tapi eskpresi Pane tampak seperti orang kesal. "Hah? Oh nggak kenapa-kenapa kok.." Wendy tersenyum. Ia dan Bibi kembali ke living room dengan cemilan dan minuman. "Kedatangan kami nggak mengacaukan sesuatu kan?" selidik Yuga melirik Pane dan Wendy bergantian. Kening Bibi mengerut. Ia tak paham. Sedangkan Wendy wajahnya sudah memerah. "Mengacaukan apa?" tanya Bibi polos. Yuga hanya tersenyum kemudian menggeleng. "Udah makan.." Wendy menyuap kue yang dibawa Bibi ke dalam mulut sahabatnya itu. Bibi menoleh masih dengan wajah bingung. "Oh iya Ren, dua hari lagi kan ngambil toga. Lo nggak usah datang biar gue aja yang ambilin. Ntar biar gue ngomong sama panitia." "Thanks ya.."

