"Wen, apa kita nikah aja?" Mata Wendy dan Pane masih terkunci satu sama lain. Uhukk.. Wendy terbatuk. Ia langsung bangun kemudian mencari air. Pane menghembuskan napas pelan lalu tersenyum simpul. Tak lama Wendy kembali. "Iya.." "Hah?" Pane langsung menoleh, menatap Wendy dengan mata melebar. Wendy tersenyum kemudian menghadap sepenuhnya pada Pane. "Iya, aku mau nikah sama kamu. Tapi nggak sekarang. Nanti, tunggu aku wisuda dulu." Pane mengerjap beberapa kali kemudian mengangguk. "Aku bakal tunggu." "Yakin?" Pane mengangguk lagi. "Yakin." Wendy menangkup wajah Pane dengan kedua tangannya. "Kamu nggak bakal tiba-tiba lamar aku kan ntar?" Alis Pane terangkat. "Kan nggak lucu kalau kamu tiba-tiba lamar aku pas kita lagi makan. Atau pas kita lagi main di timezone. Atau

