-23-

1050 Kata

"Sabtu besok sibuk?" tanya Mas Abhi waktu kami bicara lewat sambungan telepon. "Kenapa?" tanyaku dengan tangan sibuk coret-coret di atas buku gambar "Mas ada undangan nikahan temen." "Ya udah datang aja!" jawabku, karena nggak biasanya dia cerita kalau dapat undangan nikah atau undangan apapun dari temannya. "Mas mau ajakin Jani ke sana." "Nggak mau." "Kalau Mas ajakin Jani pacaran?" Sambungan langsung kuputus detik itu juga. Akhir-akhir ini Mas Abhi seneng banget ngomong kayak gini, nggak tahu apa maksudnya. Antara bercanda atau serius, aku juga nggak ngerti. “Kayaknya Mas Abhi mulai stress,” kata Dira nggak acuh waktu aku cerita tentang kelakukan Mas Abhi. “Hush!” sergahku yang bikin Dira tersenyum miring. “Lah habisnya, kelakuan dia kenapa tiba-tiba jadi kayak Mas Tara sama M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN