-30-

1003 Kata

"Maaf." "Nggak ikhlas kamu minta maafnya," sahutku sambil natap cowok berkaos hitam dan celana selutut. Sorot tajam matanya masih tertuju ke arah Mas Abhi yang sedang kuobati. Kami tengah duduk di ruang makan. Posisiku dan Mas Abhi sebelahan, membelakangi pintu, sementara Cakra berdiri di depan kami. "Emangnya adek mana yang ikhlas lihat kakaknya dicium depan rumah! Apa nggak ada tempat lain? Wait, bukan berarti aku bakalan membenarkan kalau Mas Abhi nyium Kakak di tempat lain ya!" Cowok yang sudut bibir kirinya terluka gara-gara tinju Cakra beberapa menit lalu, bukannya takut lihat kemarahan Cakra, justru tersenyum geli. Padahal aku masih deg-degan, khawatir Cakra bakalan ninju Mas Abhi lagi. "Mas udah pernah janji sama aku, nggak akan sembarangan cium kakak! Tapi apa, Mas ulangin la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN