BAB 38: ARSENIK

1681 Kata

Donny langsung mengambil gelas kopi itu sesaat setelah Marno meletakan gelas itu di mejanya. Donny menghidu aroma kopi itu sebelum meminumnya, senyumnya terbit. Ah, aroma kopi kesukaannya memang selalu membangkitkan semangat! Dia menyeruput kopinya lalu memanggil Pak Marno yang hampir menutup pintu. “Pak Marno,” “Iya Pak?” Pak Marno masuk kembali ke ruangan Donny. “Koq kopinya tidak panas?” “Ah sudah tidak panas ya Pak? maaf tadi sempat mati lampu, jadi saya membantu pak Saipi dulu untuk menemukan Panel listrik. Saya ganti kopinya saja ya Pak,” tawar pak Marno merasa tidak enak. “Boleh. Tolong gantikan kopinya dengan yang masih panas.” Pak Marno lalu mengambil kembali kopinya dan keluar dari ruangan Donny. Tidak lama Donny merasakan mual yang tidak tertahankan. Dia berlari keluar ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN