Pertama kali aku bertemu dengan Mariska adalah saat orang tuanya datang berkunjung ke rumahku. Saat itu usianya sepuluh tahun dan usiaku dua belas tahun. Aku sedang berenang di kolam renang dan saat aku mengangkat kepalaku untuk mengambil nafas, aku melihat seorang gadis kecil di ujung kolam sedang menatapku. Gadis itu melambaikan tangan menyapaku saat menyadari kalau aku melihatnya. Gadis itu sangat cantik, matanya besar, bulu matanya lentik, bibir kecil tapi penuh. Sangat mirip boneka yang dimiliki sepupuku. Rambutnya yang ikal bergoyang karena tertiup angin. Gadis itu ternyata terlihat lebih cantik lagi saat tertawa. “Kamu sangat hebat,” puji gadis itu. “Biasa saja.” sahutku kaku. Aku adalah orang yang introvert. Aku tidak suka ada orang lain yang mengganggu privasiku. Dan sekarang

