Pov Salah Pagi hari Suasana Kampung Cisuren terlihat begitu cerah, matahari menyorot dari upuk Timur cahayanya menyebar menerangi Buana disambut dengan gemericitnya suara burung dan kokokan suara ayam jago yang berkokok. aku dan istri sedang berkumpul di dapur api yang berada ditungku masih hidup, suara air mendidih di dalam seeng terdengar begitu khas. aku menikmati pagi itu dengan duduk bersila menghadapi segelas kopi yang baru terlihat masih mengepul. "Jamin, Yaman. nanti kalau pergi ke sawah kalian periksa pematangnya, takut ada yang rusak, takut ada air yang bocor digali kepiting. satu lagi yang paling penting, buat api di saung supaya ada kehangatan." Ujarku mulai mengatur rencana untuk kedua anakku. "Emang Bapak mau ke mana hari ini?" tanya Jamin sambil melirik ke arahku. "B

