Pov Dudung Aku dan teman-temanku yang lainnya masih menunggu di ruang tamu dengan hati yang terus berdebar. aku sudah membayangkan Bagaimana Rara datang di gandeng dengan kedua orang tuanya, dia terlihat semringah karena mengetahui laki-laki pujaannya datang dengan gagah berani. "Padahal juragan Ranti dan juragan Badru Tamam terkenal dengan kekayaannya. tapi mereka sangat pelit sampai tamunya saja tidak dijamu, walaupun hanya segelas air." ujar Amin yang terlihat matanya menatap ke arah pintu ruang tengah yang terbuka. "Yah namanya juga orang kaya pelit, pasti mereka akan memperhitungkan apa yang dikeluarkan, meskipun hanya segelas air." Ajo menimpali dengan berbisik. "Nggak boleh ngomongin kejelekan orang, sudah kita sabar saja menunggu!" ujar Bapak memisah orang yang sedang berb
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


