"A-APA?! B-BAGAIMANA DIA BISA...?" kaget Agra dalam hati sampai mengucurkan keringat sebesar biji jagung dari samping dahinya. Wuri terlihat menatapnya murung seakan benar-benar merasa sedih akan hal itu. "Tunggu dulu, ini... Ini maksudnya apa? Aku benar-benar tidak mengerti dengan yang kau katakan Wuri..." "Kau mempunyai seorang wanita selain aku," potong Wuri dengan polosnya. Agra langsung melotot seakan kedua matanya ingin copot saja lantaran Wuri mengatakan hal itu seperti sudah menganggapnya sebagai seorang kekasih. Bukannya bingung Agra kini malah merasa salah tingkah sampai-sampai kedua pipi lelaki ini memerah seperti tomat. "A-a-aa..." Agra sudah tak bisa berkata-kata lagi seperti orang stroke berat seketika begitu konyolnya. Wuri yang mengira dia hanya kaget hanya mengangkat

