Tidak butuh waktu lama bagi bos workshop mengukur kios. Ilham bisa melihat, lelaki itu memang sudah ahli di bidangnya. Mereka bertiga duduk lesehan di lantai kios yang masih kosong Karina yang duduk agak berjauhan dengan mereka terlihat agak pucat. Wanita itu menyenderkan punggung ke tembok. Ilham khawatir dengan kondisinya, jadi dia memutuskan untuk keluar dan membeli minum sekalian untuk Pak Tukang. Ketika bangkit, Karina juga ikut bangkit. “Di sini saja, di luar panas. Mas cuma sebentar kok.” “Ikut.” Karina mengucapkan kata ikut dengan sangat lemah, Ilham yang berada lima langkah darinya tak bisa menangkap suara itu. “Mas … Mas Ilham.” Ilham menoleh dan mendapati Karina pucat pasi. Tubuhnya nyaris melorot ke lantai. Sebelum sempurna jatuh, suaminya sigap menangkap sang istri

