Dua Puluh Empat

1251 Kata

Aretha memasuki gedung tempat ia melaksanakan tes tempo hari untuk mengambil hasil tesnya yang keluar hari ini. Dari kejauhan ia melihat Galuh berdiri di depan meja resepsionis. Laki-laki itu melambaikan tangannya riang. "Sudah lama?" tanya Aretha berbasa-basi. Sejujurnya, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Galuh. Lehernya seperti tercekik ketika mengeluarkan suara. Laki-laki itu mengenakan sepatu kets, celana berwarna khaki dan kaus kasual berwarna putih. Rambut berombaknya disisir rapi. Wangi parfumnya tercium lembut, tetapi masih belum mengalahkan wanginya Attaruna. Aretha harus mengepalkan tangannya yang berkeringat dingin. Entah kenapa jantungnya berdebar kencang. Senyuman riang serta kerlingan mata laki-laki itu membiusnya. Apakah ia telah jatuh cinta? "Belum. Kamu ambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN