23. Anak Jendral Baper

1053 Kata

Akhirnya aku mengerti kenapa Omen sebelumnya menegurku tentang kedekatanku dengan Sinta. Dari mulai Sinta ngomel terus secara tiba tiba, juga karena beberapa hari kemudian, aku melihatnya terlihat suntuk trus. Belum lagi dia yang jadi perang dingin dengan Rengga. “Nih guru lama lama niat banget gue tembak. Ngasih soal kenapa banyak banget, kaya besok kiamat aja” omelnya memulai lagi. Dari pagi dia sudah sewot trus, tengah hari menjelang pulang pun sewot lagi. Belum dia yang diam terus sepanjang pelajaran. “Kalo besok kiamat, ngapain juga guru kasih tugas banyak banyak Sin, yang ada kita juga gak sekolah, karena pasti mati” jawabku. Dia berdecak. “Males banget tau gak” keluhnya sambil memasukkan semua bukunya asal ke dalam tas. Biasanya Sinta tuh selalu rapi. “Hei!!, mau kemana?” tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN